Palopo - Dalam rangka memastikan keamanan pangan, khususnya takjil selama bulan Ramadan, Balai Pengawas Obat dan Makanan di Palopo melakukan intensifikasi pengawasan disejumlah kawasan yang menjajakan takjil, kali ini menyasar Pasar Andi Tadda Kota Palopo pada Jumat, 19 Februari 2026. Sejumlah pedagang takjil diberikan edukasi keamanan pangan mulai dari informasi terkait bahan yang dilarang ditambahkan dalam pangan, seperti formalin, boraks, kuning metanil, dan Rhodamin B, hingga edukasi terkait higiene dan sanitasi agar pangan yang dijual terhindar dari kontaminasi serta pengenalan aplikasi BPOM Mobile untuk memudahkan masyarakat memastikan legalitas produk pangan olahan yang digunakan. SAFARI-POM sendiri merupakan inovasi pendekatan layanan kepada masyarakat dengan melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi secara langsung kepada masyarakat melalui kunjungan lapangan dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang Obat dan Makanan.
Terdapat 14 sampel takjil yang disampling dan diuji langsung di mobil laboratorium BPOM meliputi cendol, Sagu Mutiara, jalangkote, martabak mini, bakwan, puding mangga, risoles, tahu bakso bakar, dan tahu isi. Melalui pengujian cepat menggunakan test kit, tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Methanyl Yellow, dan Rhodamin B dalam seluruh sampel yang diuji. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jajanan takjil yang dijual di kawasan Pasar Andi Tadda telah aman dari bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan pada pangan.
Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala selama Ramadan di berbagai titik penjualan takjil di wilayah Kota Palopo. Masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen cerdas dengan memperhatikan keamanan pangan yang akan di konsumsi.(AR)