Palopo – Rabu (13/05/2026) Balai Pengawas Obat dan Makanan di Palopo menyelenggarakan Bimbingan Teknis Farmakovigilans dan Pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) bertempat di Aula Mini Lantai 3 Fakultas Syariah UIN Palopo secara luring dan daring melalui zoom meeting. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai POM di Palopo, Darman. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap penggunaan antimikroba secara bijak guna mencegah terjadinya resistensi antimikroba yang semakin meningkat. Selain itu budaya pelaporan kejadian tidak diinginkan (KTD) dan efek samping obat (ESO) masih rendah sehingga perlu peningkatan dalam pelaporannya.
Bimbingan teknis ini mengusung tema “Membangun budaya penggunaan obat yang aman melalui penguatan Farmakovigilans dan pengendalian AMR” dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya praktisi dan influencer kesehatan, Rahmat Hidayat, serta Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda dari Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Badan POM, Aulia Shilvi.
Peserta diberi pemahaman terkait pengendalian resistensi antimikroba pada fasilitas pelayanan kefarmasian, pentingnya farmakovigilans dalam pemantauan keamanan obat, serta edukasi penggunaan antimikroba secara bijak di masyarakat. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan, termasuk risiko meningkatnya kasus infeksi yang sulit diobati.
Selain edukasi regulasi obat, tenaga kefarmasian kini didorong untuk aktif melaporkan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) serta Efek Samping Obat (ESO). Langkah ini menjadi bagian penting dari penguatan sistem farmakovigilans dalam memantau keamanan obat yang telah beredar di pasaran (pasca-edar). Tidak hanya sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Balai POM di Palopo dalam mendukung program nasional pengendalian resistensi antimikroba dan mewujudkan penggunaan obat yang aman, bermutu, dan rasional di tengah masyarakat. (FL)